CatatanLampung, Lampung Utara, Kamis (5/3/2026) — Kisah pilu dialami Kardi (38), warga Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara. Di usia yang masih tergolong muda, ia harus menjalani hidup seorang diri sambil menahan sakit akibat penyakit hernia atau yang dikenal masyarakat sebagai “turun usus” yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.
(Jurnalis: Suhaili Vijay/Cl).
Tanpa keluarga yang mendampingi, Kardi menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Untuk sekadar bertahan hidup, ia hanya mengandalkan belas kasih warga sekitar serta mengumpulkan barang rongsokan yang kemudian dijual untuk mendapatkan uang membeli makan dan minum.
Kondisi kesehatannya yang semakin memburuk membuat aktivitas sehari-harinya menjadi sangat berat. Bahkan, untuk tempat berteduh pun Kardi tidak memiliki rumah layak. Ia kerap menumpang di pos ronda atau di rumah warga yang bersedia memberinya tempat beristirahat.
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, Bidan Desa Tanjung Iman, Mahdalena, Amd.Keb, bergerak cepat membantu Kardi. Ia kemudian berkoordinasi dengan Camat Blambangan Pagar, Andriyani Salim, S.E., agar kondisi Kardi segera mendapat perhatian pemerintah daerah.
Pada Kamis (5/3/2026), pihak kecamatan bersama bidan desa melaporkan kondisi Kardi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan informasi warga, Kardi diketahui belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Utara, Maryadi, S.P., M.M.P., langsung memerintahkan jajarannya untuk segera memproses pembuatan KTP bagi Kardi. Langkah tersebut dilakukan agar Kardi dapat memperoleh layanan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah.
Maryadi menjelaskan, langkah cepat tersebut merupakan bagian dari inovasi pelayanan Disdukcapil melalui program “jemput bola”, yakni memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke pusat pelayanan administrasi kependudukan.
“Program ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam pembuatan KTP, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan atau memiliki kondisi khusus. Dengan pelayanan jemput bola, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat dan langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Blambangan Pagar, Andriyani Salim, berharap masyarakat di tujuh desa yang berada di wilayah kecamatan tersebut dapat aktif memberikan informasi kepada pemerintah jika terdapat warga yang belum memiliki dokumen kependudukan atau membutuhkan bantuan sosial.
“Kami berharap masyarakat dapat segera melapor apabila ada warga yang belum memiliki KTP atau membutuhkan bantuan, sehingga pemerintah bisa segera membantu, termasuk dalam pengurusan BPJS gratis. Dengan begitu, warga tidak lagi kesulitan ketika membutuhkan layanan kesehatan,” katanya.
Kisah Kardi menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Harapannya, dengan adanya perhatian dari pemerintah dan kepedulian masyarakat, Kardi dapat segera memperoleh penanganan kesehatan yang layak serta kehidupan yang lebih baik ke depannya. (Suhaili Vijay).![]()
Judul: Derita Kardi, Hidup Sebatang Kara dengan Penyakit Hernia Bertahun-tahun, Pemerintah Bergerak Beri Bantuan
Editor: Suprianto
7,005 total views
